Rabu, 02 Oktober 2013

SEHAT DENGAN DAUN SENDOK

Sehat dengan Daun Sendok
Oleh Prof Hembing Wijayakusuma 

Minggu, 18 September 2005
Daun sendok merupakan tumbuhan liar yang banyak terdapat di hutan-hutan, ladang, halaman rumput yang agak lembab, kadang juga ditanam di pot sebagai tanaman obat. Tumbuhan yang berasal dari dataran Asia dan Eropa ini dapat tumbuh sampai ketinggian 3,3 meter diatas permukaan laut. Tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 60 - 80 cm. Daun sendok merupakan daun tunggal yang berwarna hijau dan bertangkai panjang.
Bentuk daunnya bulat telur sampai lancet melebar dengan ukuran panjang 5 - 10 cm, lebar 4-9 cm, tapi daunnya rata atau bergerigi kasar tidak teratur yang mana permukaan daun licin atau agak berambut dan bertulang sejajar.
Perbungaan daun sendok termasuk kelompok majemuk, tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, berbentuk kecil-kecil dan berwarna putih. Buah berbentuk lonjong, bulat telur dan berwarna hitam. Perbanyakan dilakukan dengan biji. Tanaman obat ini tersebar luas di dunia dan telah lama dikenal masyarakat sejak dahulu.
Daun sendok di masyarakat Sumatera akrab disebut sebagai daun urat-urat, kuping menjangan, daun ekor atau daun angin. Sedangkan di Jawa disebut sebagai daun otot-ototan, meloh kiloh, suri tanduk, sembung otot, sangkabuwah, sangkuwah, sangkubah dan di masyarakat sunda disebut ce ulio uncal atau ki urat ceuli. Di masyarakat Minahasa disebut Torongoat.
Khasiat daun sendok adalah untuk mengobati infeksi saluran kemih, batu ginjal, gangguan fungsi kandung kemih buang air kecil sakit, buang air kecil mengandung darah, buang kecil tidak lancar, diabetes, radang saluran nafas, batuk rejan, influensa, mimisan, rematik, asam urat, tekanan darah tinggi, stroke, gangguan pencernaan, radang usus, sakit kuning, penglihatan kabur, keputihan, sakit saat menstruasi, diare, cacingan, luka berdarah, bisul, eksim, dan digigit serangga.
Cara pengolahan

Untuk mengobati batu ginjal gunakan 30 gram daun sendok, 7 lembar daun alpokat dan 30 gram daun kijibeling direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc. Bahan tersebut kemudian disaring dan airnya diminum.
Bila menderita radang ginjal, gunakan 30 gram daun sendok, 75 gram akar alang-alang, 100 gram rambut jagung, 30 gram sambiloto, kemudian direbus dengan 800 cc ar hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

Untuk mengobati diabetes, gunakan 30 gram daun sendok, 20 lembar daun salam direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
Sedangkan untuk mengobati radang usus, gunakan 30 gram daun sendok, 30 gram sambiloto direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.

Bila mengalami diare, gunakan 30 gram daun sendok direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
Untuk mengobati radang saluran napas, gunakan 30 gram daun sendok, 10 kuncip bunga kenop direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
Bila menderita buang air kecil sakit, dapat menggunakan 30 gram daun sendok, 30 gram daun meniran yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
Untuk bisul, gunakan 30 gram daun sendok, dilumatkan lalu tambahkan kapur sirih secukupnya, aduk rata lalu ditempelkan pada bisul tersebut.
Bila menderita eksim, gunakan daun sendok secukupnya, dilumatkan dan garam secukupnya, aduk rata lalu dioleskan pada eksim tersebut.
Sedangkan untuk mengobati buang air kecil yang mengandung darah, gunakan 30 gram daun sendok, 60 gram akar alang-alang, 30 gram sambiloto, 30 gram daun dewa yang direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
Lakukan pengobatan itu sebanyak 2 kali sehari dan lakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat/serius disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter.
[Prof HM Hembing Wijayakusuma,
Ketua Umum Himpunan Pengobatan Tradisional
dan Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar