Duwet Cegah Kolesterol Hingga Obati Diabetes
SELASA, 27 APRIL 2010 10:06
Tidak banyak yang tahu, duwet memiliki khasiat kesehatan, terkait dengan aktivitas antioksidannya yang tinggi. Ini disebabkan warna (pigmen) ungu yang dikenal dengan nama antosianin. Antioksidan ini berperan penting dalam mencegah dan memerangi aneka penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner dan kanker. (foto: google)
SEBELUMNYA1 of 2 BERIKUTNYA Pernah melihat buah duwet? Dulu, buah kecil berbentuk agak lonjongserta berwarna ungu ini pernah populer. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, keberadaannya makin sulit ditemui.
Dulu duwet banyak dijual di pasar tradisional. Pohonnya banyak bertebaran di kampung-kampung. Harganya pun murah dan disukai anak-anak.
Buah sebesar buah anggur dengan warna keunguan ini ternyata memiliki segudang khasiat.
Tidak banyak yang tahu, duwet memiliki khasiat kesehatan, terkait dengan aktivitas antioksidannya yang tinggi. Ini disebabkan warna (pigmen) ungu yang dikenal dengan nama antosianin. Antioksidan ini berperan penting dalam mencegah dan memerangi aneka penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner dan kanker.
Antioksidan duwet dipengaruhi oleh tahapan kematangannya. Buah mentah (berwarna hijau) memiliki aktivitas antioksidan yang rendah. Buah yang hampir masak (merah dan agak keras) punya aktivitas antioksidan sedikit lebih baik. Sedangkan buah masak (berwarna ungu) memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi.
Oleh sebab itu, sebaiknya duwet dikonsumsi dalam keadaan sudah masak dan segar. Kalau kurang segar, aktivitas antioksidannya sudah jauh berkurang.
Lebih Aman
Sebagai sumber antioksidan alami, duwet dinilai lebih baik ketimbang rempah-rempah. Sebenarnya rempah-rempah juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, namun biasanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Duwet juga lebih baik daripada antioksidan sintetis, karena lebih aman.
Studi akhir-akhir ini menunjukkan, sebenarnya ada senyawa lain dalam buah dan sayur yang mampu menurunkan risiko kanker, yaitu polifenol. Polifenol meliputi beberapa golongan senyawa, antara lain flavonoid. Nah, antosianin merupakan salah satu anggota flavonoid.
Antosianin sebagai penyebab warna ungu pada duwet selama ini cuma dikenal sebagai pigmen yang berfungsi menarik serangga agar membantu penyerbukan serta penyebaran biji.
Pigmen ini terdapat luas pada tanaman, umumnya bunga dan buah, dengan variasi warna merah, ungu, biru, sampai jingga. Misalnya pada stroberi, murbei, markisa, dan blueberry.
Antosianin larut dalam air sehingga memudahkan inkorporasi ke dalam bahan pangan. Peneliti lain melaporkan, antosianin termasuk dalam kelompok senyawa flavonoid yang selama ini belum banyak mendapat perhatian dalam kaitannya dengan gizi manusia.
Aktivitas antosianin terlihat baik pada buah berantosianin maupun pada antosianin murni. Beberapa jenis antosianin bahkan punya aktivitas antioksidan dua kali lipat dibandingkan antioksidan komersial yang sudah dikenal selama ini, seperti katekin dan alfa-tokoferol.
Jadi, warna keunguan pada duwet yang disukai anak-anak itu ternyata bermanfaat untuk kesehatan. Untuk penerapan lebih luas di masa datang, buah ini bisa diolah menjadi sari buah (jus) dan selai. Dengan demikian, duwet tidak hanya dapat meningkatkan derajat kesehatan, tetapi juga menambah khazanah makanan fungsional/makanan kesehatan yang populer akhir-akhir ini.
Konon selain mencegah kelebihan kolesterol, duwet juga ampuh sebagai obat diabetes.
Duwet (Syzgium cumini) atau sering disebut juga buah jamblang mempunyai banyak varietas, dari yang kecil hingga ukuran lumayan besar. Warnanya pun beragam, ada yang keputihan, ada yang kehitaman hingga ungu. Menurut penelitian biji buah ini mengandung glukosida phytomelin. Zat ini dapat mengurangi kerapuhan pembuluh darah kapiler penyebab luka diabetes yang lama sembuhnya.
Kelebihan kolesterol di dalam darah juga bisa dicegah dengan mengkonsumsi buah (biji dan daging buah) duwet. Kandungan alfa phytosterol, sejenis sterol yang memiliki sifat mencegah kelebihan kolesterol atau anticholesteremik. Sementara di dalam buah duwet juga banyak mengandung astringent, suatu zat yang dipercaya dapat membantu penyembuhan luka diabetes katena sifat astringent yang dapat menciutkan kulit. Tak cukup sampai di sini, serat, vitamin dan beragam mineral juga terdapat di dalam duwet. Namun sayang, orang enggan mengkonsumsi buah ini yang rasanya sepat dan kurang manis.
Di Indonesia, tumbuhan ini bisa hidup dengan subur. Banyak orang suka dengan daging buahnya yang putih kemerah-merahan serta kulit buah licin berwarna merah dan ungu kehitaman. Buahnya berbentuk lonjong, demikian pula bijinya. Duwet atau sering disebut dengan jamblang (Eugenia cumini atau Syzgium cumini) termasuk buah-buahan yang langka. Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Jamblang ternyata memiliki kandungan kimia yang cukup kaya. Pada buahnya terkandung zat penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus, dan glicosida. Pada bijinya terdapat zat tanin, asam galat, glukosida phytomelin, dan alfa-phytosterol yang bersifat anticholestemik. Sementara itu, pada kulit pohonnya terdapat zat samak.
Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan penggunaan jamblang adalah mencret karena masuk angin serta diabetes. Pengobatan untuk mencret akibat masuk angin dan udara dingin dilakukan dengan menggunakan kulit dahan jamblang. Kulit itu direbus. Airnya disaring dan diminum. Untuk mengatasi diabetes, 15 butir biji jamblang ditumbuk halus dan direbus. Rebusan itu dibagi jadi tiga bagian untuk satu hari. Ulangi setiap hari sampai badan terasa segar. Kulit pohon jamblang bisa digunakan pula untuk diabetes. Sebanyak 250 gram kulit jamblang basah dipotong-potong, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga jadi dua gelas. Saring airnya lalu diminum sedikit-sedikit sampai habis dalam satu hari. (fn/sc/sm/mc) www.suaramedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar